A. Rencana Perencanaan Pembelajaran
Menurut
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu
pertemuan atau lebih. Perencanaan dalam pembelajaran merupakan panduan seorang
guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. RPP dibuat
oleh guru untuk membantunya dalam mengajar sesuai dengan standar kompetensi
inti dan standar kompetensi dasar yang disyaratkan oleh pemerintah serta untuk
membantu guru menyusun pembelajaran yang efektif sehingga tujuan pembelajaran
dapat dicapai. Perencanaan dalam pembelajaran merupakan penyusunan materi yang
akan disampaikan, alokasi waktu, metode pembelajaran, media pembelajaran, model
pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian. Dalam penyususnan
RPP guru harus mempertimbangkan karakteristik peserta didik, sarana prasarana
kelas dan sekolah, serta karakteristik materi yang akan disampaikan dalam
pembelajaran sehingga RPP dapat efektif digunakan. Berikut format RPP:
B. Model Pembelajaran Learning Cycle 5E
Model pembelajaran Learning Cycle 5E merupakan
salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengoptimalkan cara belajar dan mengembangkan daya nalar serta pengetahuan peserta didik. Learning Cycle merupakan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik (student center). Terdapat beberapa keuntungan dari belajar menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 5E yaitu meningkatkan motivasi belajar karena peserta didik dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, membantu mengembangkan sikap ilmiah peserta didik, dan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Model pembelajaran Learning Cycle 5E memiliki 5 tahap yaitu:
1. Pembangkit minat
Pada tahap ini, guru berusaha membangkitkan minat dan motivasi belajar peserta didik dengan meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang akan diberikan. Tahap ini bisa dilakukan dengan cara memberikan sebuah pertanyaan mendasar tentang konsep faktual dalam kehidupan sehari-hari (keterkaitan antara pengalaman belajar peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dengan materi yang diberikan). Setelah peserta didik menjawab guru dapat mengidentifikasi ada atau tidaknya kesalahan konsep pada peserta didik.
2. Eksplorasi
Pada tahap ini, dibentuk kelompok kecil terdiri dari 2-4 peserta didik dalam 1 kelompok kemudian diberikan kesempatan untuk bekerja sama dalam 1 kelompok. Kelompok tersebut berdiskusi dan mencatat hasil diskusi dari berbagai sumber tanpa pembelajaran langsung dari guru. Pada tahap ini guru berperan sebagai fasilitator.
3. Penjelasan
Pada tahap ini, guru menjelaskan konsep materi dan mengklarifikasi penjelasan peserta didik. Guru memberi penjelasan konsep dengan memakai penjelasan peserta didik sebagai dasar diskusi.
4. Elaborasi
Pada tahap ini, peserta didik menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari dalam konteks yang berbeda. Dengan demikian, peserta didik mendapatkan pembelajaran bermakna karena dapat mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari.
5. Evaluasi
Pada tahap ini, guru mengamati pengetahuan dan pemahaman peserta didik dalam menerapkan konsep baru.
Comments
Post a Comment