Skip to main content

HOTS ( High Order Thinking Skill )

HOTS (High Order Thinking Skill) merupakan cara berpikir tingkat yang lebih tinggi daripada menghafal, atau menceritakan kembali sesuatu yang diceritakan orang lain.  HOTS bukan mata pelajaran atau soal ujian, tetapi HOTS adalah tujuan akhir yang dicapai melalui pendekatan, proses dan metode pembelajaran.
HOTS merupakan tingkatan yang lebih tinggi dari LOTS (Low Order Thinking Skill). Sebelumnya, pendidikan di Indonesia menggunakan LOTS dalam menguji kemampuan kognitif siswa, tetapi sekarang LOTS dianggap kurang tinggi tingkat kesulitannya untuk menguji kemampuan kognitif siswa, karena pada latihan soal berbasis LOTS soal-soalnya kurang begitu kompleks dan hanya berisi satu materi saja. Sehingga, pada kurikulum saat ini menerapkan HOTS dengan tujuan untuk meningkatkan level pemikiran siswa yang tidak hanya mengandalkan satu konsep dalam satu materi tetapi dapat menghubungkan beberapa konsep dalam materi (lebih kompleks).
Hal yang diukur dalam pembelajaran berbasis HOTS adalah kognitif, afektif, dan psikomotor siswa dalam satu kegiatan pembelajaran. Sehingga guru harus memikirkan pendekatan dan metode pembelajaran yang tepat dan variatif agar semua aspek dapat terukur.
Dalam menguji tingkat berpikir siswa apakah sudah mencapai kriteria dari HOTS atau belum, dapat dilakukan tes berupa soal. Soal HOTS memiliki kriteria sebagai berikut:

  1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi dan meminimalkan aspek mengingat dan memahami.
  2. Berbasis permasalahan kontekstual
  3. Stimulus menarik
  4. Tidak familiar
  5. Kebaruan
Tahapan untuk membuat soal HOTS, yaitu:
  1. Menentukan KD dan indikator yang tepat untuk dibuatkan soal HOTS
  2. Menyusun kisi-kisi soal
  3. Memilih stimulus yang menarik dan konseptual
  4. Menulis pertanyaan sesuai kisi-kisi
  5. Membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban
Dalam proses penilaian atau skoring, soal berbentuk pilihan ganda akan lebih mudah dalam penilaiannya dibandingkan essay, apalagi untuk pemula, karena tidak ada uraian dalam menjawab soal pilihan ganda sehingga jika jawaban benar dinilai +1 dan jika salah dinilai 0. Tetapi dalam penilaian essay, dibutuhkan rubrik penilaian tentang aspek atau poin apa saja yang akan dinilai beserta rentang nilai yang akan diperoleh sesuai dengan jawaban siswa yang kemudian diakumulasi sesuai persen skoring masing-masing aspek sehingga didapatkan penilaian yang stabil. Pembuatan rubrik penilaian essay ini bertujuan untuk mengurangi subjektivitas dalam suatu penilaian.

Comments